Saturday, 29 August 2015

OUTLINE PENULISAN SKRIPSI


Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:
l  Bab I : Pendahuluan
l  Bab II : Tinjauan Pustaka
l  Bab III : Metode Penelitian
l  Bab IV : Hasil Penelitian dan Bahasan
l  Bab V : Simpulan dan Saran

I. PENDAHULUAN
l       a. Latar Belakang Permasalahan
     b. Rumusan Permasalahan
     c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Latar Belakang Permasalahan
l  Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.
l  Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet
l  Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.
l  Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun.

Rumusan Permasalahan
l  Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab.
l  Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesis

Tujuan dan Kegunaan Penelitian
l  Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya.
l  Kegunaan Penelitian: Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri.

2. TINJAUAN PUSTAKA
l       a. Kerangka Teori
     b. Hipotesis Penelitian

a. Kerangka Teori
l  Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)

b. Hipotesis Penelitian
Jika penelitian bersifat korelasional maka:
l  Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.
l  Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.
l  Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.  

3. METODE PENELITIAN
l       a. Jenis Penelitian
     b. Peubah dan Pengukuran
     c. Populasi dan Sampel
     d. Metode Pengumpulan Data
     e. Metode Analisis

a. Jenis Penelitian
Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya:
l  a) Historis;
b) Deskriptif;
c) Perkembangan;
d) Kasus dan penelitian lapangan;
e) Korelasional;
f) Kausal komparatif;
g) Eksperimen murni;
h) Eksperimen semu;
i) Kaji tindak.

Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut :
l  a) Daya tarik permasalahan;
b) Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan;
c) Tersedianya alat dan kondisi kerja;
d) Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan;
e) Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;
f) Resiko kegagalan.

b. Peubah dan Pengukuran
l  “Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32)
l  Peubah harus terukur

c. Populasi dan Sampel
l  “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)
l  “Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)

d. Metode Pengumpulan Data
    Metode pengumpulan data misalnya:
l  “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.
l  Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
l  Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

e.Metode Analisis
l  Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I
l  Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.

4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN
a. Penyajian Data
Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.
b. Analisis Data dan Interpretasi

5. SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.
Saran
Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian

Lampiran:
l  Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi , hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb.



Etika dan Kaidah Penulisan Laporan Penelitian



Learning Outcomes
Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :
•         Menjelaskan tentang Etika dan Kaidah Penulisan Laporan Penelitian.
•         Menjelaskan tentang Kaidah Kutipan dan Catatan Kaki serta Penulisan Daftar Pustaka.

Outline Materi
•         Etika Penulisan
•         Kutipan dan Catatan Kaki
•         Penulisan Daftar Pustaka.

Etika Penulisan
   Penulisan laporan penelitian perlu memperhatikan hai-hal berikut :
•         Penulisan laporan penelitian ilmiah harus berisi hasil temuan dengan bukti yang lengkap.
•         Penulisan laporan penelitian harus menyebutkan sumber data dan informasi yang jelas dan lengkap.
•         Peneliti harus bersikap jujur terhadap temuannya dan jangan membesar-besarkan fakta atau pernyataan responden serta mencampurbaurkan antara fakta dan opini.
•         Sebagai laporan ilmiah, penulisan laporan penelitian haruslah sistematis dan logis sehingga pembaca dapat memahaminya.
•         Rekomendasi yang diberikan harus berdasarkan temuan dari studi yang dilakukan.

Kutipan dan Catatan Kaki
•         Kutipan dipakai untuk : 1) mengemukakan definisi atau pengertian istilah/konsep tertentu. 2) menguraikan suatu rumus/formula . 3) mengemukakan pendirian/pendapat seseorang.
•         Beberapa Pedoman Dasar Kutipan :
  1. Kutipan harus diletakkan di akhir kalimat, didalam tanda baca , contoh : Aspek sistem perpajakan tersebut sangat signifikan (Larsen, 1971). Atau dengan cara lain, nama keluarga penulis dapat digabungkan kedalam teks. Contoh : Larsen (1971) menyatakan bahwa aspek sistem perpajakan tersebut sangat signifikan.
  2. Kutipan dapat ditulis dengan cara : (Cooper, 1999), atau (Cooper, 1999: 23) atau Cooper (1999) atau Cooper (1999: 23) tergantung bagaimana cara mengutip, apakah mencantumkan nomor halaman referensi atau tidak.
  3. Jika terdapat dua atau lebih penulis, gunakan tanda penghubung (&) di dalam kurung. Contoh : (Dunphy & Stace, 1990) atau Dunphy & Stace (1990).
  4. Jika terdapat tiga penulis atau lebih, penulisan pertama kali sebutkan semua penulis, kemudian untuk penulisan berikutnya cukup tulisan nama pertama diikuti dengan  et al .  Contoh :  
 Mc Taggart et al.
  1. Jika sebuah publikasi tidak memiliki pengarang, gunakan nama organisasi sebagai pengarang.
  2. Jika Anda mengutip pernyataan yang telah dikutip penulis lain, Anda perlu mentakan : (Carini, dikutip dalam Patton, 1990)
  3. Dua atau lebih kutipan harus dituliskan sesuai urutan abjad dan dipisahkan, dengan tanda titik koma. Contoh : (Abrahamson, 1991; Daniels, 1990).


•         Menggunakan Catatan :
  1. Jika Anda mengutip, kutiplah dengan kalimat dan tanda baca yang persis sama.
  2. Jika Anda menghilangkan sebagian dari teks, tuliskan dengan menggunakan titik-titik di akhir kalimat. Contoh, tiga titik (…)
  3. Jika Anda memasukkan kata-kata Anda sendiri, untuk menjadikan kalimat lebih jelas, tuliskan dengan menempatkan tambahan kata tersebut ke dalam kurung [   ]
  4. Usahakan untuk tidak terlalu sering mengutip.
  5. Hindari kutipan yang terlalu panjang
  6. Gunakan tanda kutip untuk kutipan pendek. Contoh : Tarif merupakan “pajak untuk barang impor” (Arnott, 1986)
  7. Cantumkan kutipan setelah catatan.
  8. Jika kutipan lebih dari 40 kata, tuliskan kutipan menjorok ke     dalam dengan spasi tunggal dan tidak memakai tanda kutip.
Menggabungkan Kutipan ke dalam Tulisan :
   Berikut ini adalah contoh bagaimana menggabungkan kutipan ke dalam tulisan, skripsi, tesis atau penelitian :
     Penemuan Russeli (1999), dengan jelas menunjukkan bahwa …
     McKenzie (1998) berpendapat bahwa …
     Briggs (1990) menyatakan bahwa …
     Seperti yang dilaporkan Walston (1997) …
     Seperti pendapat Black (1999) …
     Menurut Smith (1996) …
     Studi yang dilakukan oleh Chen (1993) mengidentifikasi bahwa …


•         Catatan Kaki : cara mengutip dimana sumber kutipan diletakkan di bagian bawah dari halaman ketikan (kaki halaman)
•         Contoh : … Model-model tentang penggunaan tenaga kerja dlam usaha tani telah banyak dikembangkan seperti model tentang tenaga kerja upahan²dan tentang komponen-komponen tenaga kerja luar keluarga³.
    Pada catatan kaki ditulis sebagai berikut :
      ------------------
         2/ G.E, Schuch, An Econometric Investigation of the Market for
Hired Labour in Agriculture, Jour, Farm Econ. Vol 44, May, 1962,pp.
307-321.
         3/ M.H. Yeh and L.K. Li, A regional Analysis of Supply and Demand for
Farm Labour in Canada. Can Jour. Agric. Econ. Vol 14, 1966, pp. 15-31.

•         Pedoman Penulisan / Penyusunan Daftar Pustaka
  1. Daftar Pustaka  disusun sesuai urutan abjad berdasarkan nama keluarga. Tidak perlu diberi nomor urut. Tidak perlu memisahkan sumber menurut jenisnya (artikel jurnal, buku)
  2. Nama penulis diketik rapat ke kiri, baris berikutnya diketik menjorok ke dalam.
  3. Jika Anda memiliki dua buku atau artikel dengan penulis yang sama, maka buku atau artikel kedua dan seterusnya tidak perlu ditulis nama penulisnya lagi, tetapi cukup dengan memberi garis saja.
  4. Jika Anda memiliki dua penulis dengan nama keluarga yang sama, gunakan inisial mereka. Contoh : Costello, P dan Costello, T.
  5. Jangan mereferensi materi kuliah yang disampaikan secara lisan atau komunikasi personal.

     


Friday, 28 August 2015

PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA


Tinjauan Pustaka mempunyai arti:
l  peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (review of related literature).
l  Relevan dengan permasalahan penelitian anda

Kegunaan Tinjauan Pustaka
(1) mengkaji sejarah permasalahan;
(2) membantu pemilihan prosedur penelitian;
(3) mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan;
(4) mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu;
(5) menghindari duplikasi penelitian; dan
(6) menunjang perumusan permasalahan.

Sumber-Sumber Pustaka
l  1) abstrak hasil penelitian
l  2) indeks
l  3) review
l  4) jurnal
l  5) buku referensi
l  6) Internet

Indeks
l  Indeks menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya,
l  misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian  heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server.

Review
l  Review berisi tulisan-tulisan yang mensintesis karya-karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu. Tulisan disusun berdasarkan topik dan  isi.
l  Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya.

Jurnal
l  Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer.
l  Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi.

Buku referensi
l  Buku referensi berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukn buku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu.
l  Buku eferensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut.

Cara Pencarian Pustaka
l  Manual
–        mengunjungi perpustakaan
–        tempat-tempat sumber informasi (BPS)
l  Online
–        http://www.google.com
–        http://www.yahoo.com
–        http://www.pusatriset.com/netseeker.htm
–        http://www.msn.com

Penulisan Kutipan (Nama penulis yang diacu dalam uraian)
Penulis yang tulisannya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau et al:
  1. Menurut Calvin (1978) .........
b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan........
c. Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976) ...Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.
l  Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIM Dhyana Pura terbaru….!

Penulisan Daftar Pustaka
l  Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja.
Contoh:
l  Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976, ....
Tidak boleh hanya:
l  Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al.
l  Lebih lengkap Baca buku pedoman penulisan Skripsi STIM Dhyana Pura terbaru….!

Derajat kesarjanaan
l  Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan (tanpa penulisan Gelar akademik atau profesi penulis)

Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line
l  Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet.
l  Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). Judul karya. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut).

Contoh penulisan daftar pustaka hasil penelusan online
Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol):
Johnson, P. 1994. Tropical Indonesian Architecture ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000).
Contoh untuk situs WWW (World Wide Web):
Djunaedi, A. 2000. The History of Indonesian Urban Planning.. http://www.mpkd -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000).
Contoh untuk informasi lewat e -mail:
Djunaedi, A. 22 Maret 2000. The urban pattern of some coastal cities in the northern Central Java.. research-news@ugm.ac.id (19 Apr. 2000).

Kita Merujuk Metode pengutipan APA Style
(American Psychological Association)
Bandingkan dengan BUKU PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI STIM DHYANA PURA!



SI – 702 Keamanan Sistem Informasi Manajemen Pertemuan : 5



Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen (SIM) (management information system, MIS) adalah sistem perencanaan dari suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh manajemen perusahaan untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau strategi bisnis.
Tujuan Sistem Informasi Manajemen:
—  Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
—  Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
—   Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.










Aspek Keamanan Sistem Informasi
Keamanan informasi memiliki beberapa aspek yang harus dipahami untuk bisa menerapkannya. Beberapa aspek tersebut, tiga yang pertama disebut C.I.A triangle model [3], adalah sebagai berikut:
—  Confidentiality  menjamin bahwa hanya mereka yang memiliki hak yang boleh mengakses informasi tertentu.
—  Integrity menjamin kelengkapan informasi dan menjaga dari korupsi, kerusakan, atau ancaman lain yang menyebabkannya berubah dari aslinya.
—  Availability adalah aspek keamanan informasi yang menjamin pengguna dapat mengakses informasi tanpa adanya gangguan dan tidak dalam format yang tak bisa digunakan. Pengguna, dalam hal ini bisa jadi manusia, atau komputer yang tentunya dalam hal ini memiliki otorisasi untuk mengakses informasi.

Aspek Keamanan Sistem Informasi Manajemen
Aturan-aturan yang diperlukan untuk memenuhi tujuan keamanan sistem informasi manajemen :
—  Aturan informasi : mengumpulkan, memproses, dan menggunakan informasi yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan.
—  Aturan interpersonal : berinteraksi dengan stakeholder dan orang atau organisasi lain yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh tercapainya tujuan organisasi dimana dia menjadi manajer.
—  Aturan keputusan : memilih diantara beberapa alternatif pendekatan, memecahkan konflik, dilema atau tantangan.

Karakteristik Keamanan Sistem Informasi Manajemen
Karakteristik khusus yang harus dimiliki, dalam manajemen keamanan informasi :
—  Incident Response Planning (IRP) terdiri dari proses dan prosedur rinci yang mengantisipasi, mendeteksi, dan mengurangi akibat dari insiden yang tidak diinginkan yang membahayakan sumber daya informasi dan aset organisasi. Insiden merupakan ancaman yang telah terjadi dan menyerang aset informasi, dan mengancam confidentiality, integrity atau availbilitysumberdaya informasi. Insident Response Planning meliputi incident detection, incident response, dan incident recovery. 
—  Disaster Recovery Planning merupakan persiapan jika terjadi bencana, dan melakukan pemulihan dari bencana. Pada beberapa kasus, insiden yang dideteksi dalam IRP dapat dikategorikan sebagai bencana jika skalanya sangat besar dan IRP tidak dapat lagi menanganinya secara efektif dan efisien untuk melakukan pemulihan dari insiden itu. Insiden dapat kemudian dikategorikan sebagai bencana jika organisasi tidak mampu mengendalikan akibat dari insiden yang terjadi, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan sangat besar sehingga memerlukan waktu yang lama untuk melakukan pemulihan.

Karakteristik Keamanan Sistem Informasi Manajemen
Karakteristik khusus yang harus dimiliki, dalam manajemen keamanan informasi :
—  Business Continuity Planning menjamin bahwa fungsi kritis organisasi tetap bisa berjalan jika terjadi bencana. Identifikasi fungsi kritis organisasi dan sumberdaya pendukungnya merupakan tugas utama business continuity planning. Jika terjadi bencana, BCP bertugas menjamin kelangsungan fungsi kritis di tempat alternatif. Faktor penting yang diperhitungkan dalam BCP adalah biaya.
—  Programs      adalah operasi-operasi dalam keamanan informasi yang secara khusus diatur dalam beberapa bagian. Salah satu contohnya adalah program security education training and awareness. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pekerja mengenai keamanan informasi dan meningkatkan pemahaman keamanan informasi pekerja sehingga dicapai peningkatan keamanan informasi organisasi.
                  


Karakteristik Keamanan Sistem Informasi Manajemen
Karakteristik khusus yang harus dimiliki, dalam manajemen keamanan informasi :
–   Protection, fungsi proteksi dilaksanakan melalui serangkaian aktifitas manajemen resiko, meliputi perkiraan resiko (risk assessment) dan pengendali, termasuk mekanisme proteksi, teknologi proteksi dan perangkat proteksi baik perangkat keras maupun perangkat keras. Setiap mekanisme merupakan aplikasi dari aspek-aspek dalam rencana keamanan informasi.
–   People adalah penghubung utama dalam program keamanan informasi. Penting sekali mengenali aturan krusial yang dilakukan oleh pekerja dalam program keamanan informasi. Aspek ini meliputi personil keamanan dan keamanan personil dalam organisasi.
–   Project Management Komponen terakhir adalah penerapan kedisiplinan manajemen dalam setiap elemen kemanan informasi. Hal ini melibatkan identifikasi dan pengendalian sumberdaya yang dikerahkan untuk keamanan informasi, misalnya pengukuran pencapaian keamanan informasi dan peningkatannya dalam mencapai tujuan keamanan informasi.

Standarisasi Keamanan Sistem Informasi Manajemen
—  Organizational Security Policy, diperlukan untuk memberikan arah dan dukungan terhadap manajemen keamanan informasi yang akan diterapkan dalam organisasi. Hal ini tidak selalu menjadi yang pertama dilakukan dalam manajemen keamanan informasi, tetapi bisa merupakan refleksi dari hasil risk assessment yang telah dilakukan. Information Security Policy harus senantiasa dianalisa dan diupdate secara reguler karena adanya perubahan-perubahan ancaman terhadap keamanan informasi.
—  Organizational Security Infrastructure, tujuan organizational security infrastructure meliputi: mengatur keamanan informasi di dalam organisasi, mengelola keamanan fasilitas pemrosesan informasi organisasi dan aset informasi yang diakses oleh pihak ketiga, mengelola keamanan informasi jika tanggungjawab pemrosesan informasi dilakukan oleh pihak ketiga atau organisasi lain.

Standarisasi Keamanan Sistem Informasi Manajemen
—  Asset Classification and Control, diperlukan untuk mengelola langkah proteksi yang tepat untuk aset organisasi dan menjamin bahwa aset informasi memperoleh tingkat perlindungan yang tepat.
—  Personnel Security, bertujuan untuk: mengurangi kesalahan manusia, pencurian, kesalahan penggunaan fasilitas; menjamin bahwa pengguna mengetahui ancaman terhadap keamanan informasidan dilengkapi peralatan pendukung kebijakan keamanan informasi dalam kerja mereka; meminimalkan kerusakan akibat insiden keamanan dan malfungsi serta belajar dari insiden yang pernah terjadi.
—  Physical and Environmental Security, memiliki tujuan mencegah akses tanpa otorisasi, kerusakan, dan interferensi terhadap tempat kerja dan informasi;  mencegah kehilangan, kerusakan aset, dan gangguan terhadap aktifitas organisasi; mencegah pencurian informasi dan fasilitas pemrosesan informasi.

Standarisasi Keamanan Sistem Informasi Manajemen
—  Communication and Operation Management, menjamin keamanan operasi pada fasilitas pemrosesan informasi; Meminimalkan resiko kegagalan sistem; melindungi integritas software dan informasi; mengelola integrity dan availability proses informasi dan komunikasi; menjamin perlindungan informasi dalam jaringan dan perlindungan terhadap infrastruktur pendukung; mencegah kerusakan aset dan interupsi terhadap aktifitas organisasi; mencegah kehilangan, modifikasi, atau kesalahan pertukaran informasi antar organisasi.
—  System Access Control, tujuannya meliputi: pengendalian akses informasi; mencgah akses tanpa otorisasi ke dalam sistem informasi; menjamin perlindungan layanan jaringan; mencegah akses komputer tanpa otorisasi; mendeteksi aktifitas tanpa otorisasi; menjamin keamanan informasi saat menggunakan perangkat bergerak dan jaringan telekomunikasi.

Standarisasi Keamanan Sistem Informasi Manajemen
—  System Development and Maintenance, tujuannya meliputi: menjamin keamanan terbangun dalam sistem operasional organisasi; mencegah kehilangan, modifikasi, atau kesalahan pemakaian data pengguna dalam sistem aplikasi; melindungi confidentiality, authenticity, dan integrity informasi; menjamin proyek teknologi informasi dan aktifitas pendukungnya berada dalam keamanan; mengelola keamanan software aplikasi dan data.
—  Business Continuity Management, bertujuan untuk melakukan reaksi terhadap gangguan aktifitas organisasi dan proses bisnis yang kritis bagi organisasi ketika terjadi bencana.
—  Compliance, memiliki tujuan: menghindari pelanggaran terhadap setiap hukum kriminal dan sosial,peraturan perundang-undangan, dan obligasi kontrak  dalam setiap kebutuhan keamanan informasi; menjamin terpenuhinya organizational security policy dan standar keamanan informasi dalam penerapan manajemen keamanan informasi organisasi; memaksimalkan efektifitas dan meminimalkan pengaruh kepada atau dari proses audit.


Perlunya Keamanan Sistem Informasi Manajemen
                Keamanan Sistem Informasi Manajemen diperlukan karena ancaman terhadap aset informasi semakin lama semakin meningkat. Menurut survey UK Department of  Trade and Industry pada tahun 2000, 49% organisasi meyakini bahwa informasi adalah aset yang penting karena kebocoran informasi dapat dimanfaatkan oleh pesaing, dan 49% organisasi meyakini bahwa keamanan informasi sangat penting untuk memperoleh kepercayaan konsumen. Organisasi menghadapi berbagai ancaman terhadap informasi yang dimilikinya, sehingga diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk mengamankan aset informasi yang dimiliki.