Monday, 14 September 2015

Membuat Relasi Tabel


Bagaimanakah cara membuat relasi tabel satu ke banyak (one to many) pada Microsoft Access?

Langkah-langkah membuat relasi tabel pada Microsoft Access adalah:

1. Buka file Microsoft Access yang telah ada tabel master dan tabel transaksi
2. Klik icon Relationships pada toolbar database
3. Akan muncul window Relationships yang masih kosong
4. Klik kanan pada area kosong, lalu pilih Show tabels untuk menampilkan daftar tabel yang telah ada pada file ms-access
5. Klik pada tabel dbo_MT_ANGGOTA, lalu klik tombol Add
6. Klik pada tabel dbo_PENJUALAN, lalu klik tombol Add
7. Klik Close pada window Show Table
8. Sekarang klik dan tahan mouse pada field ID dari tabel dbo_MT_ANGGOTA geser mouse ke field ID_ANGGOTA pada tabel dbo_PENJUALAN lalu lepaskan mouse, akan muncul Edit Relationships
9.  Klik check box Enforce Referential Integrity
10.Klik check box Cascade Update Related Felds (pilihan ini optional), dengan mengaktifkan pilihan ini maka jika ada perubahan data pada field ID di tabel dbo_MT_ANGGOTA, secara otomatis akan mengupdate data field ID_ANGGOTA pada tabel dbo_PENJUALAN. Sedangkan jika pilihan check box ini dikosongkan maka kita tidak akan dapat mengedit data field ID Anggota yang ID-nya sudah ada pada tabel Penjualan
11. Klik check box Cascade Delete Felds (pilihan ini optional), dengan mengaktifkan pilihan ini maka jika data pada tabel dbo_MT_ANGGOTA dihapus maka secara otomatis akan menghapus data pada tabel dbo_PENJUALAN. Sedangkan jika pilihan check box ini dikosongkan maka kita tidak akan dapat menghapus data Anggota yang ID-nya sudah ada pada tabel Penjualan
12. Klik tombol Create


Pada gambar di atas tampak relasi tabel satu ke banyak (one to many) yang digambarkan dengan angka 1 yang berada pada relasi tabel dbo_MT_ANGGOTA dan angka 8 yang posisinya horizontal yang berada pada gambar relasi ke tabel dbo_PENJUALAN. Artinya satu data ID Anggota dapat memiliki banyak data ID_ANGGOTA di tabel dbo_PENJUALAN. Untuk membuat relasi seperti ini maka tabel dbo_MT_ANGGOTA harus mempunyai Primary Key dan yang menjadi Primary Key (Field Kunci ) adalah field ID yang menjadi penghubung pada relasi tabel ini



Membuat Nomor Urut Pada Report Access


Dalam sebuah laporan biasanya kita perlu menambahkan kolom nomor urut. Jika anda membuat report pada program Access anda dapat menambahkan kolom nomor urut dengan mudah.

Cara menambahkan kolom nomor urut pada report Access adalah sebagai berikut:

1.             Tampilkan report yang akan anda tambahkan nomor urutnya pada design view.
2.             Tambahkan satu buah text box pada bagian detail pada report form dibagian paling kiri.
3.             Tampilkan property text box baru anda dengan cara klik kanan pada text box lalu pilih Property dari menu popup yang muncul.
4.             Set property dari Control Source dengan isian =1.
5.             Set property Running Sum ke pilihan Over All.
Sekarang silakan anda coba buka report pada mode preview, maka sekarang sudah ada kolom nomor urut pada report anda.




Catatan:
Running Sum pada Property text box terdiri dari 3 pilihan:

1.             No
Pilihan untuk tidak melakukan proses perhitungan increment.

2.             Over Group
Pilihan untuk melakukan perhitungan increment pada satu grup.

3.             Over Al
Pilihan untuk melakukan perhitungan increment pada satu laporan keseluruhan.



Sunday, 13 September 2015

Combo Box Microsoft Access



Combo box adalah control pada Microsoft Access yang dapat digunakan untuk proses entry data yang datanya dapat dipilih dari suatu daftar.

Cara membuat control Combo Box:

1. Buat form baru dengan design view
2. Pada toolbar toolbox klik pada combo box
3. Klik pada area form di tempat dimana kita ingin menyimpan combo box yang akan kita buat
1.             Double click pada combo box yang baru saja dibuat, akan muncul combo box property.Klik pada tab data, pada tab ini kita dapat men-set sumber data atau Row Source dari manakah daftar data yang akan muncul pada combo box akan ditampilkan. Source data dapat berupa Tabel/Query, Field List atau Value List
·                     Jika kita ingin data yang ditampilkan pada combo box berasal dari tabel, maka kita memilih Data Source Table/Query lalu isi Row Source dengan nama tabel atau perintah query Select.
·                     Jika kita ingin data yang ditampilkan adalah daftar field dari suatu tabel maka kita pilih Data Source-nya Field List lalu isi Row Source dengan nama tabel yang daftar field-nya akan ditampilkan pada combo box.
·                     Jika kita ingin data yang ditampilkan berupa daftar yang kita tentukan sendiri kita pilih Data Source-nya Value List lalu isi Row Source dengan data-data yang kita inginkan berupa daftar nama atau data yang dipisahkan dengan tanda koma (misalnya: Januari,Pebruari,Maret).

Contoh penggunaan Combo Box:

Penggunaan combox dengan Row Source dari Table/Query
Misalnya kita ingin memilih nama bulan dari combo box. Ada 2 jenis data bulan yang dapat kita gunakan, yang pertama nomor bulan yaitu anggka 1 sampai 12 atau nama bulan yaitu Januari sampai Desember.

Langkah pertama kita membuat tabel BULAN dengan field NOMOR_BULAN (Primary Key) dan NAM_BULAN. Isi field NOMOR_BULAN dengan data angka 1 sampai 12 dan field NAMA_BULAN dengan data Januari sampai Desember.

Buat form baru dengan design view, tambahkan satu buah control combo box. Tamplikan com box property (jika combo box property belum tampil) dengan cara men-double click control combo box yang baru saja kita buat.

Pada combo box property, klik tab format isi clumn count dengan angka 2, isi kkolumn width dengan 0
Klik pada tab data, pilih Row Source type Tabel/Query, isi Row Source dengan nama tabel BULAN lalu Save form yang baru kita buat.




Buka form yang baru saja kita buat dengan cara mendouble click nama form. Setelah form terbuka klik pada pilihan combo box untuk menampilkan data bulan. Hasilnya akan tampak seperti gambar berikut:

Check Box di Access



Check Box pada Access adalah object untuk pilihan yang terdiri dari 2 pilihan yaitu true/yes atau false/no. Nilai false adalah sama dengan 0 (nol) sedangkan nilai true adalah selain dari 0. Jika pada tabel anda mempunyai field dengan data pilihan true atau false maka anda dapat menggunakan control check box pada form yang anda buat.

Contoh jenis field data yang cocok untuk menggunakan field ini antara lain:

Untuk menentukan suatu nama barang dalam tabel barang dalam kondisi aktif atau tidak anda dapat menambahkan field aktif dengan tipe data integer atau type data Yes/No. Barang yang masih digunakan diisi data -1 atau Yes sedangkan barang yang sudah tidak digunakan diisi data 0 atau No pada field aktif.

Pada form transaksi barang kita dapat memfilter barang yang masih digunakan dengan perintah query Select Nama_Barang from Barang Where aktif=-1; atau Select Nama_Barang from Barang Where aktif=Yes; atau Select Nama_Barang from Barang Where aktif=True; sehingga user tidak akan dapat memilih barang-barang yang sudah tidak digunakan.

Saturday, 12 September 2015

Pengenalan Server Side Script



Merupakan sebuah perangkat lunak dalam server yang berfungsi menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali (response) hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.

Web Server
¨  Apache Web Server (http://www.apache.org)
¨  Internet Information Service, IIS (http://www.microsoft.com/iis)
¨  Xitami Web Server (http://www.xitami.com)
¨  PWS
¨  Sun Java System Web Server

Server Side Scripting
¨  Server Side Scripting merupakan sebuah teknologi scripting atau pemrograman web dimana script (program) dikompilasi atau diterjemahkan di server. Dengan SSS, memungkinkan untuk menghasilkan halaman web yang dinamis.
¨  Script yang dieksekusi pada web server. Biasa digunakan untuk website dinamis yang menggunakan database atau media penyimpanan data lainnya

¨  ASP (Active Server Page) dan ASP.NET
¨  Java Server Pages (http://java.sun.com/products/jsp/)
¨  Perl (http://www.perl.org)
¨  Phyton (http://www.python.org)
¨  PHP (http://www.php.net)


Arsitektur Aplikasi Berbasis Web

Arsitektur Aplikasi Berbasis Web
Instalasi Web Server & SSS

¨  Instalasi Terpisah (PHP, Apache, MySQL)
¨  Instalasi Gabungan:
¤  AppServ
¤  WAMP
¤  FoxServ
¤  PHPTriad



Pengenalan Web Server


Jenis Situs Web
¨  Berdasarkan lokasi publikasi :
¤  Disk‐based website, situs web yang dipublikasi dalam komputer lokal menggunakan PWS.
¤  Server‐based website, situs web yang dipublikasi dalam web server, seperti IIS( Internet Information Server), Apache.

¨  Berdasarkan Konten
¤  Static Website, isinya bersifat statis.
n  Situs ini sangat cocok untuk perusahaan yang berskala kecil yang ingin memberikan informasi singkat mengenai keberadaan perusahaan, produk atau jasa yang diberikan.
n  Perubahan atau penambahan isi harus dilakukan secara manual (modifikasi script).
¤  Dynamic Website, situs web yang isi dan tampilannya disimpan dalam suatu database.
n  Situs ini sangat cocok untuk perusahaan  berskala menengah hingga besar.
n  Perubahan dan penambahan data dilakukan terhadap database.
n  Isinya semakin lengkap, karena semua isi disimpan dalam sistem manajemen database yang rapih.





Multitier Architectur

¨  Apa itu multitier architecture?
¤  Dalam metode pengembangan aplikasi, Multi‐tier Architecture (atau dikenal N‐tier Architecture) adalah arsitektur klien – server yang mana tingkat/tier presentasi (tampilan interaksi dengan user), aplikasi pemroses data,  dan manajemen data secara logika merupakan proses‐proses yang berbeda.
¨  Keunggulan
¤  Pengembang lebih leluasa dalam membuat aplikasi yang fleksibel dan dapat digunakan kembali (reuseable application). Modifikasi hanya dilakukan pada bagian yang diinginkan, tidak keseluruhan.
¨  Yang paling banyak digunakan adalah Three‐tier Architecture

Three‐tier Architecture
¨  Presentation Tier
¤  Tingkatan paling atas dari aplikasi. Memberikan informasi kepada pengguna aplikasi. Berinteraksi dengan tingkatan lainnya, contohnya mengirimkan permintaan user kemudian menampilkan datanya.
¨  Application Tier
¤  Middle tier, Business Logic, operasi logika, akses dan proses data. Tingkatan ini memiliki fungsi untuk mengontrol fungsionalitas aplikasi dan melakukan proses yang mendetil.
¨  Data Tier
¤  Tingkat ini mengacu ke Database Server. Pengelolaan data yang independense perti ini, meningkatkan skalabilitas dan performa aplikasi.

Three‐tier Architectur
¨  Penggunaan pada pengembangan website
¤  Presentation Tier (Front‐end)
n  Konten yang di‐generate oleh browser.
¤  Application Tier (Server Side Script)
n  Server Side Scripting, seperti PHP, JSP, ASP, SSJS (Server Side JS), dll.
¤  Data Tier (Back‐end)
n  Database server

Three‐tier Architectur



Friday, 11 September 2015

SI - 303 Hypertext Transfer Protocol




World Wide Web (www)
¨  Layananinternet yang didapatkanolehpemakaikomputeryang terhubungkeinternet.
¨  Suatustandarisasiagar dapatberkomunikasiantarasatudenganyang lain.
¨  Sistemterdistribusi(Client& Server) dalamskalabesar.
¨  MenggunakanprotokolHTTP.


Hypertext Transfer Protocol
¨  Protokolyang dipergunakanuntukmentransferdokumendalamWord Wide Web (http://)
¨  HTTP request dikirimkandaribrowser penggunakeserver HTTP dan kemudian hasilnya adalah sebuahhalamanweb yang ditampilkanpadabrowser.


Hypertext Transfer Protocol Secure
¨  HTTPS, adalah kombinasi dari HTTP dengan protokol SSL/TLS untuk menjalin koneksi yang terenkripsi (aman) dan mengindentifikasi keaslian server.
¨  􀁺Koneksi HTTPS biasanya digunakan untuk transaksi pembayaran pada website, atau transaksi sensitif suatu sistem informasi di perusahaan.
¨  SSL/TLS
Adalah protokol kriptografi, yang menyediakan keamanan untuk komunikasi melalui jaringan komputer seperti internet.


File Transfer Protocol (FTP)
¨  FTP adalah standar protokol jaringan yang digunakan untuk pertukaran dan manipulasi file melalui protokol TCP/IP, seperti Internet.
¨  Biasanya digunakan untuk mengirim file dari client ke server, atau men‐download file dari server ke client.


Uniform Resource Locator (URL)
¨  Alamatdarisebuahresourceyang dapatdiaksesdiInternet.
¨  URL secara umum terdiri dari :
¤  JenisProtokol
¤  AlamatIP / namadomain
¤  Namafile
Contoh :
http://www.sandhikagalih.net/index.php


Domain Name System (DNS)
¨  Versi teks dari IP Address.
¨  Setiapnamadomain memilikiIP Address yang unikyang terasosiasidengannya.
¨  Untuk mempermudah pengguna untuk mengaksessuaturesource diInternet.
Contoh :
http://www.google.co.id -> http://64.233.181.105


Top Level Domain
¨  .com →commercial
¨  .edu→educational
¨  .gov→government
¨  .mil →military
¨  .net →networking
¨  .org →nonprofit organization
¨  .biz →bussines
¨  .info →multi purposes
¨  .co →corporate
¨  .ac →academic
¨  .co.id
¨  .web.id
¨  .ac.id


Second Level Domain (Sub Domain)
¨  teknik.unpas.ac.id
¤  Teknik adalah sub domain dari unpas.ac.id
¨  mail.yahoo.com
¤  Mail adalah sub domain dari yahoo.com


Web Programming
¨  Client Side Scripting
¤  HTML
¤  Javascript
¤  CSS
¨  Server Side Scripting
¤  PHP
¤  ASP
¤  JSP


Web Application
¨  Web Statis
¤  Dibentukmenggunakanclient side scripting(HTML, CSS, Javascript). Updatedilakukansecaramanual danmelakukanperubahanterhadapscript halamantersebut.
¨  Web Dinamis
¤  Dibentukmenggunakanaplikasitambahan(serverside scripting & database) sehinggadata dapatdiupdatetanpaharusmengubahscript, hanya mengubah data di database.


SI - 208 REKAYASA PERANGKAT LUNAK



PENDAHULUAN
  1. Apakah Perangkat Lunak?
  2. Apakah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ?
  3. Apa perbedaan antara RPL dengan ilmu komputer (computer science) ?
  4. Apa perbedaan RPL dan rekayasa sistem ?
  5. Apa yang dimaksud dengan proses perangkat lunak ?
  6. Apakah model proses perangkat lunak ?
  7. Berapa biaya rekayasa perangkat lunak ?
  8. Apa saja metode-metode RPL ?
  9. Apa yang dimaksud dengan CASE (Computer-Aided Software Engineering)  ?
  10. Apakah atribut-atribut perangkat lunak yang baik ?
  11. Apa tantangan kunci yang dihadapi RPL ?

PERANGKAT LUNAK
       Perangkat Lunak (Software) tidak sama dengan program komputer. Perangkat lunak tidak hanya mencakup program, tetapi juga semua dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan, yang diperlukan untuk membuat agar program beroperasi dengan benar.
       Sistem Perangkat Lunak terdiri dari :
      Sejumlah program yg terpisah
      File-file konfigurasi
      Dokumentasi sistem
      Dokumentasi User

       Dua tipe produk perangkat lunak :
      Produk Generik à Sistem stand-alone standar yg diproduksi oleh organisasi pengembang dan dijual ke pasar terbuka ke siapapun yg membelinya. Biasa disebut sebagai software shrink-wrapped. Contoh : pengolah kata (word processor).
      Produk pesanan (yang disesuaikan) à Sistem yg dipesan oleh pelanggan tertentu. Dikembangkan khusus bagi pelanggan oleh kontraktor perangkat lunak. Contoh : Sistem untuk mendukung proses bisnis tertentu dan sistem kontrol lalu lintas udara.

       Perbedaan PENTING antara tipe2 perangkat lunak :
      Pada produk generik, organisasi yang mengembangkan perangkat lunak mengontrol spesifikasi perangkat lunak.
      Pada produk pesanan, spesifikasi biasanya dikembangkan dan dikontrol oleh organisasi yang membeli perangkat lunak tersebut.

REKAYASA PERANGKAT LUNAK
       RPL atau Software Engineering (SE) à Disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Ada 2 istilah kunci disini :
      “disiplin rekayasa” à Perekayasa membuat suatu alat bekerja.  Menerapkan teori, metode, dan alat bantu yang sesuai, selain itu mereka menggunakannya dengan selektif dan selalu mencoba mencari solusi terhadap permasalahan.
      “semua aspek produksi perangkat lunak” à RPL tidak hanya berhubungan dengan proses teknis dari pengembangan perangkat lunak tetapi juga dengan kegiatan seperti Manajemen proyek PL dan pengembangan alat bantu, metode, dan teori untuk mendukung produksi PL.

Perbedaan antara RPL dengan Computer Science ?
       Intinya, computer science berhubungan dengan teori dan metode yang mendasari sistem komputer dan perangkat lunak, sedangkan RPL berhubungan dengan praktek dalam memproduksi perangkat lunak.

Perbedaan RPL dengan Rekayasa Sistem ?
       Rekayasa sistem berkaitan dengan semua aspek dalam pembangunan sistem berbasis komputer termasuk hardware, rekayasa PL dan proses. RPL adalah bagian dari rekayasa sistem yang meliputi pembangunan PL, infrasktruktur, kontrol, aplikasi dan database pada sistem.

Proses Perangkat Lunak
       Serangkaian kegiatan dan hasil-hasil relevannya yang menghasilkan perangkat lunak à sebagian besar dilakukan oleh perekayasa perangkat lunak. Ada 4 kegiatan/aktivitas pada proses PL :
1.       Spesifikikasi Perangkat Lunak à Fungsionalitas perangkat lunak dan batasan kemampuan operasinya harus didefinisikan.
2.       Pengembangan Perangkat Lunak à Perangkat lunak yang memenuhi spesifikasi harus di produksi
3.       Validasi Perangkat Lunak à Perangkat lunak harus divalidasi untuk menjamin bahwa perangkat lunak melakukan apa yang diinginkan oleh pelanggan.
4.       Evolusi Perangkat Lunak à Perangkat lunak harus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Model Proses Perangkat Lunak
       Merupakan deskripsi yang disederhanakan dari proses perangkat lunak di presentasikan dengan sudut pandang tertentu.
       Bisa mencakup kegiatan yang merupakan bagian dari proses perangkat lunak, produk perangkat lunak, dan peran orang yang terlibat pada rekayasa perangkat lunak (Perekayasa PL).

Contoh Jenis Model Proses PL
  1. Model aliran kerja (workflow) à menunjukkan kegiatan pada proses bersama dengan input, output, dan ketergantungannya. Merepresentasikan pekerjaan manusia.
  2. Model aliran data (data flow) à merepresentasikan proses sebagai suatu set kegiatan yang melakukan transformasi data. Menunjukkan bagaimana input ke proses, misalnya spesifikasi ditransformasi menjadi output, misalnya menjadi desain.
  3. Model peran/aksi à merepresentasikan peran orang yang terlibat pada PL dan kegiatan yg menjadi tanggung jawab mereka.

Model atau paradigma umum pada proses PL
  1. Model air terjun (waterfall) à Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi, dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya.
  2. Pengembangan evolusioner à Pendekatan ini berhimpitan dengan kegiatan spesifikasi, pengembangan, dan validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi abstrak. Sistem ini kemudian di perbaiki dengan masukan dari pelanggan untuk menghasilkan sistem yang memuaskan kebutuhan pelanggan.
  1. Pengembangan Sistem Formal à Pendekatan ini menghasilkan suatu sistem matematis yang formal dan mentransformasikan spesifikasi ini, dengan menggunakan metode matematik menjadi sebuah program.
  2. Pengembangan berdasarkan pemakaian ulang (Reusable) à Teknik ini menganggap bahwa bagian-bagian sistem sudah ada. Proses pengembangan sistem terfokus pada pengintegrasian bagian-bagian sistem dan bukan pengembangannya dari awal.


Biaya Rekayasa Perangkat Lunak
       Umumnya sekitar 60% untuk biaya pengembangan (development) dan 40% biaya pengujian (testing).
       Distribusi biaya yang tepat selama proses perangkat lunak bergantung pada proses yang digunakan dan jenis perangkat lunak yang dikembangkan.


Metode-metode RPL
       Pendekatan-pendekatan terstruktur terhadap pengembangan perangkat lunak mencakup model, notasi, aturan, saran pengembangan sistem (rekomendasi), dan panduan proses.
      Deskripsi model sistem à Deskripsi model yang harus dikembangkan dan notasi yang digunakan untuk mendefinisikan model-model ini. Ex : model aliran data.
      Aturan à Batasan yang berlaku bagi model sistem. Ex : Setiap entitas pada model sistem harus memiliki nama yang unik.
      Rekomendasi à Saran dalam membentuk perancangan yang baik. Ex : Tidak ada objek yang memiliki lebih dari tujuh sub-objek yang berhubungan dengannya.
      Panduan Proses à Aktifitas yang bisa diikuti untuk mengembangkan model sistem. Ex : Atribut objek harus didokumentasi sebelum mendefinisikan operasi yang berhubungan dengan objek.

CASE (Computer-Aided Software Engineering)
       Mencakup berbagai macam program yang digunakan untuk mendukung kegiatan PL seperti analisis persyaratan, pemodelan sistem, debugging, dan pengujian.

Atribut-atribut PL yang baik
       Perangkat Lunak seharusnya memberikan user kebutuhan fungsionalitas dan kinerja yang :
1.       Dapat dipelihara (Maintanability) à PL harus dapat memenuhi perubahan kebutuhan user.
2.       Dapat diandalkan (Dependability) à PL harus dapat dipercaya dan tidak menyebabkan kerusakan fisik atau ekonomi jika terjadi kegagalan sistem.
3.       Efisien à PL harus efisien dalam penggunaan sumber daya sistem.
4.       Kemampupakaian (Usability) à PL harus dapat dipakai sesuai dengan yang direncanakan.

Tantangan Kunci yang dihadapi RPL ?
  1. Tantangan Warisan (Legacy) à Tantangan memelihara dan meng-update PL sedemikian sehingga biaya yg berlebihan dapat dihindari dan layanan bisnis yg penting tetap dilakukan.
  2. Tantangan Heterogenitas à Tantangan teknik pengembangan untuk membangun perangkat lunak yang dapat diandalkan dan cukup flexibel untuk menghadapi heterogenitas yang ada.
  3. Tantangan Pengiriman à Tantangan mempersingkat waktu kirim sistem besar dan kompleks, tanpa mengurangi kualitas sistem.